Siapa Sebenarnya yang Harus Ditaati?

Ada seorang anak perempuan yang masih kecil, namun sangat menjaga dirinya dan selalu menutupi dirinya dengan mengenakan nikob. Pada suatu hari ibu gurunya meminta agar dia mengganti baju dengan yang dikenakannya dengan baju yang biasa dikenakan oleh murid-murid lainnya, dengan pertimbangan karena dia masih terlalu kecil. Akan tetapi dia menolaknya. Sampai si ibu guru tersebut merasa putus asa, karena permintaannya tak kunjung dipenuhi. Hingga akhirnya ia berlaku kasar padanya, dan bahkan mengancamnya. Si kecil pun menangis, dia tetap pada pendiriannya.
Melihat dia menangis, sang ibu guru
menghampirinya seraya bertanya, “Kenapa kamu menangis” Lalu dia menjawab, “Aku
tidak tahu, siapa sebenarnya yang harus ditaati, kamu atau Dia?” Sang ibu guru
balik bertanya, “Siapakah yang kamu maksud dengan dia?” Si kecil menjawab, “Dia
adalah Allah SWT yang telah memerintahkan kepada kita agar mengenakan jilbab.”
Mendengar jawaban tersebut, sang ibu guru menangis, karena terenyuh dengan
perkataan dan keteguhannya. Kemudian sang ibu guru menjumpai ibu dari murid
tersebut dan mengucapkan terima kasih padanya, seraya berkata, “Sesungguhnya
putrimu telah memberiku pelajaran yang amat berharga dan tidak akan pernah aku
lupakan.”
Lihatlah,
seorang anak yang masih sangat kecil telah memahami bagaimana hukum memakai
jilbab...
Firman Allah swt:
“Katakanlah kepada wanita yang beriman:
“Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka
menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan
hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan
perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami
mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau
saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka,
atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau
budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak
mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti
tentang aurat wanita…” (Qs.An-Nur:31).
Apakah
kita telah memahami dan mengamalkan perintah Allah itu? Apakah kita sudah
mengamalkannya. Atau malah... kita tak lebih pintar dari anak yang masih kecil
itu?
sumber: Buku DAI-DAI CILIK
1 Masukan:
Posting Komentar