Suatu pagi, Maya bersama beberapa
kawannya menikmati makanan ringan yang disediakan oleh sekolah. Tanpa merasa
bersalah, ia makan dengan berjalan. Entah apa yang mendorongnya melanggar
sunnah Rasulullah SAW.
Ternyata ia berjalan menuju toko
sebelah sekolahan. Ia membeli makanan di sana. Entah ia merasa kurang atau
kenapa. Padahal, sekolah melarang membeli makanan ringan di toko sebelah
sekolah. Jam sekolah lagi.
Ia membeli makanan ringan lalu
memakannya dengan berdiri lagi. Entah bagaimana ia mempertahankan sikapnya yang
kurang benar itu.
Dengan sengaja, ia membuang bungkus makanan yang ia beli ke jalanan. Langsung
saja ia dan kawan-kawannya menuju sekolah.
Hampir saja ia masuk gerbang andai saja
tidak ada yang menahannya. Ia merasakan ada yang menariknya dari belakang.
Dengan kaget, langsung saja ia menoleh ke belakang. Dilihatnya anak-anak yang
memakai baju biru kotak-kotak. Itu seragam anak TK. Ia dihentikan oleh anak
yang mungkin saja masih balita.
Langsung saja anak itu berkata
padanya,”Mbak, mbak, itu sampahnya mbak kan...? cepat buang!”
Langsung saja ia jadi malu karena
anak itu membahas sampah yang tadi ia buang. Ia tak ingin dilihat malu karena
itu. Jadi, dengan sengaja pula ia berbohong, “Bukan, mana mungkin aku buang
sampah sembarangan...”
Tanpa menghiraukan kata-kata Maya,
anak itu terus saja memaksa, “Cepat ambil, dan buanglah pada tempat sampah...!”
Akhirnya, dengan perasaan malu, ia
mengambil dan langsung masuk gerbang. Entah ia buang atau tidak sampah itu ke
tempatnya setelah itu.
Itulah, kekuatan seorang
anak... ia dapat menjadikan seseorang jera... bagaimana dengan kita?
Kita diwajibkan untuk
menyebarkan ayat Allah dan Sunnah Rasul. Meskipun hanya seayat...
Apakah kita tak bisa
melakukan hal yang lebih baik dari anak itu? Ia hanyalah anak kecil...
Peringatan : Nama yang dipakai hanyalah karangan....
Peringatan : Nama yang dipakai hanyalah karangan....
0 Masukan:
Posting Komentar